Baduy : Terlalu Indah Untuk di Exploitasi

jauh tidak menentu yang tuju ( Jugjug ),berjalan tanpa ada tujuan, berjalan ditepi tebing, berlindung dibalik gunung, lebih baik malu dan hina dari pada harus berperang dengan sanak saudara ataupun keluarga yang masih satu turunan

Begitulah pantun dari suku Baduy yang menetap di hutan belantara dan mengasingkan diri dari dunia modern karena tertekan oleh makin berkembang nya ajaran Islam di yang di sebarkan oleh saudagar Gujarat dari Saudi Arabia dan Sunan Gunung Jati dari Cirebon .Akhirnya raja beserta senopati dan para ponggawa yang masih setia, meninggalkan kerajaan masuk hutan belantara kearah selatan dan mengikuti Hulu sungai, mereka meninggalkan tempat asalnya dengan tekad seperti yang diucapkan pada pantun upacara Suku Baduy di atas menuju “tempat” yang baru dan aman,maka tempat ini mereka sebut Lembur Singkur Mandala Singkah yang maksudnya tempat yang sunyi untuk meninggalkan perang dan akhirnya tempat ini disebut GOA/ Panembahan Arca Domas yang sangat di keramatkan.

Menurut sumber yang saya tanyakan ada 3 jenis Suku Baduy yaitu Baduy Dalam,Baduy Luar dan Baduy Muslim.Baduy Dalam adalah Suku yang masih sangat memegang teguh prinsip nya untuk tidak menerima jenis moderinasasi mulai dari elektronik , serta alat-alat mandi,Baduy Dalam tersebar dalam 3 desa yakni yakni Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana.Untuk Baduy Luar sendiri sudah di perbolehkan bagi pengunjung menggunakan alat-alat elektronik seperti handphone,kamera,dan alat-alat elektronik lain nya,serta sudah bisa mandi menggunakan sabun.Suku Baduy Luar menempati 27 kampung dan masih tetap di bawah tahta Puun (kepala adat Baduy).Satu lagi adalah Suku Baduy Muslim,suku ini sudah mengikuti ajaran Islam dan sudah meninggalkan hukum adat yang berlaku di Baduy Dalam dan Luar,bahkan sudah ada yang menunaikan rukun islam ke 5 (Haji).

Asal nama suku Baduy sendiri berasal dari istilah orang Arab Badui yaitu golongan yang  membangkang , tidak mau tunduk dan sulit di atur sehingga dari sebutan Badui inilah menjadi sebutan Suku Baduy.

Bila anda tinggal di Jakarta dan ingin mengunjungi suku Baduy,anda dapat menggunakan kereta dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung dengan harga tiket Rp 4000.Begitu anda sampai di stasiun Rangkas perjalanan di lanjutkan dengan menggunakan elf ke Desa Ciboleger.Desa ini merupakan desa terakhir yang dapat di tempuh dengan kendaraan bermotor,selebih nya anda harus jalan kaki selama 4 jam untuk menuju Baduy Dalam menuju Desa Cibeo.Bila barang bawaan anda banyak dan berat bisa menyewa porter dari Suku Baduy nya sendiri dengan biaya Rp 70.000 pp .Perjalanan 4 jam naik turun bukit akan terasa sangat berat sekali apabila hujan turun,jadi ada baik nya mengunjungi Baduy saat musim panas.

Tuan rumah,ambil dri http://sukubaduy.wordpress.com

Desa Cibeo adalah salah satu dari 3 desa di Baduy dalam ,desa dengan populasi lebih dari 400 jiwa ini terasa sangat ramah dan welcome kepada pengunjung yang bersilaturahmi.Seperti hal nya tuan rumah kami yang menyambut hangat kedatangan saya dan teman-teman ke rumah mereka.Desa Cibeo merupakan desa dari Baduy Dalam yang sudah sedikit terkontaminasi oleh dunia luar,karena terdapat banyak nya pelancong dari berbagai jenis oleh sebab itu banyak dari warga yang bermata pencaharian sebagai penjual cinderamata khas Baduy seperti tas dari kulit pohon yang di rajut,gelang,dan baju suku Baduy.Desa Cibeo sendiri sedikit berada di luar ekspektasi saya ketika mendengar peraturan-peraturan bagi pelancong yang akan mengunjungi Baduy.Sedikit mengecewakan melihat banyak nya sampah makanan cepat saji yang berserakan di tanah Baduy yang di jaga oleh penduduk nya itu.

Dengan tidak ada nya listrik di Desa Cibeo,saat malam menjelang desa ini akan gelap gulita.Cahaya lilin merupakan satu-satu nya cahaya yang tersedia di kampung ini selain dari senter pengunjung.Waktu malam bisa di manfaat kan oleh kami dengan berbincang-bincang dengan empunya rumah yang kita tempati.Semua pertanyaan yang ada di benak anda tentang suku Baduy dapat di tanyakan dan mereka akan menjawab nya dengan senang hati.Jangan kaget apabila mereka bercerita tentang pengalaman nya berjalan kaki ke Jakarta atau Bandung dari Baduy.

Begitulah sepenggal cerita tentang sukua Baduy yang sampai saat ini masih memegang adat turun temurun dari nenek moyang nya yang masih di wariskan ke anak cucu.Banyak sekali pengalaman dan hal-hal yang dapat di petik dari perjalanan ini!terimakasih kepada semua yang terlibat dalam trip ini.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: