Jaisalmer The Golden City

“Jaisalmer is a giant sandcastle with town attached, a golden city of dreams that exceeds expectations of the most travel sick tourist.” Lonely Planet India

Kota yang di temukan pada tahun 1156 ini memiliki julukan Golden city , seperti kota-kota Rajasthan lain nya yang meiliki julukan berdasarkan warna nya Jailsamer menawarkan sensasi yang berbeda dari kota lain nya yang pasti, apa itu? Dessert camel safari dan fort nya yang memiliki kehidupan di dalam nya.

mari kita bahas mengenai fort ini terlebih dahulu! Fort tertua no 2 di Rajasthan ini di kenal sebagai Sonar Quila oleh orang lokal , 25% dari penduduk old city tinggal di dalam fort ini. Dengan tinggi 250 kaki di perkuat dengan dinding batu pasir setinggi 30 kaki , serta memiliki 99 benteng yang 92 di antara nya di bangun pada tahun 1633-1647. Ketika memasuki first gate anda akan di bawa kembali ke tahun 1600an. Dinding-dinding batu menjulang tinggi di hadapan kita yang di hiasi rumah penduduk yang di ukir langsung di dinding nya,pemandangan yang menambah ke exotican. Gang kecil yang menjadi penghubung antar gang pun serasa seperti labirin yang sengaja di buat untuk membuat kita tetap betah mengelilingi nya.

 Rasa penasaran saya semenjak membaca mengenai fort ini pun terjawab, sebelum nya saya pernah mengunjungi fort yang ada di India, tapi begitu membaca kalau ada hotel , restaurant serta akomodasi lain nya di dalam fort, itu yang membuat saya berpikir bagaimana wujud interior nya , sebesar apa fort nya , suasana nya bagai mana? semua nya lebih eksotis dari bayangan. Kendala nya adalah sengatan matahari yang mencapai 45 derajat di siang hari membuat kita jadi cepat lelah dan dehidrasi. Selain itu ada beberapa pedagang yang memaksa kita untuk membeli barang dagangan nya , bagi yang sudah pernah ke India pasti sudah biasa dengan yang seperti ini.

Ternyata keberadaan hotel serta akomodasi yang membludak mengancam keberadaan Fort ini , bahkan semua guide book sudah tidak menaruh daftar akomodasi yang tersedia di dalam fort demi menjaga kelesatrian nya. sebaliknya guide book memberi masukan kepada semua traveler untuk tidak tinggal di dalam fort, selain untuk menjaga kelestarian nya, tinggal di dalam Fort itu berbahaya karena sudah ada kejadian gedung yang runtuh. Karena ulah para penambang emas dari kantong turis, mereka berhasil memasukan fort ini kedalam list  “the world 100 most endangered sites worldwide”

nah sebagai traveler yang bertanggung jawab maka saya dan teman-teman memutuskan untuk menginap di gurun! mau tau cerita nya? tunggu postingan selanjut nya ya.

    • fajri
    • July 21st, 2011

    sip, ditunggu, jangan lupa dipost gan🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: