My very first camel safari

please don’t tell other tourist , what happen after ride a camel

pasti ada beberapa dari kalian yang udah pernah naik unta kan?seru,fun,gimana gituuu. Tunggu sampe dimana kalian negrasain yang nama nya 2 hari naik unta, rasa nya tidak usah di tanya lagi bagai mana. Quote di atas seperti nya sudah dapat menggambarkan gimana “seru” nya camel riding.

Jadi kami ber 5 memang sudah niat mau camel safari an di Jaisalmer , malah ini akan menjadi highlights dari 10 hari yang akan kita habiskan di Rajasthan. Dengan harga Rs 900 lebih mahal , kita di janjikan menu yang lebih , diantara nya adalah kunjungan ke bebrapa village sepanjang desert dengan jeep, lihat oasis di tengah gurun , satu orang satu unta , unlimited drink , delicious food , fruits, blanket , plus tujuan camel safari nya ke tempat non turistik dan besok nya terserah mau pulang jam berapa.Untuk harga normal 2D1N Camel Safari di bandrol Rs900 , jadi kita bayar per orang Rs 1800 sesuai menu di atas di tambah satu kamar AC untuk ber 5, yang bisa kita pake buat nitip tas and tidur-tiduran sambil nunggu kereta malem setelah camel safari.Kita ber 5 sudah benar-benar excited untuk camel safari , walau panas nya gila-gila an.

jam 2 siang kita sudah di jemput di hotel dengan jeep ala ala safari di Africa , sebelum memulai petualangan yang tak akan terlupakan ini pak supir memasok bahan-bahan makanan serta 3 galon air untuk perjalanan kita selama 2 hari, sementara itu gw sibuk nyari pasokan rokok yang notaben nya susah banget dapet Djarum di Jaisalmer. 10 menit siap-siap dan kita pun memulai adventure selama 2 hari kedepan.

15 menit perjalanan , pemandangan pun sudah berubah drastis ,kota sibuk langsung di sulap jadi desa gurun yang jarak  satu sama lain nya bisa ber kilo kilometer. Desert resort mewah yang di bandrol 10-40 juta rupiah per malam telihat sangat kontras dengan apa yang kita lihat sepanjang perjalanan. Bisa di bayangin anak-anak harus jalan kaki di tengah panas 50 derajat untuk ke sekolah yang jarak nya lebih dari 2 kilometer. Dengan mata pencarian sebagai peternak dan petani di tengah gurun apa yang bisa di harapan kan? tidak heran mereka seneng nya bukan main kalau tau ada turis yang berkunjung, karena rupee pasti nya. Tidak ada salah nya kadang-kadang kita memberi sedikit walau  tidak di sarankan untuk tourism.

3 desa sudah kita jejaki , pak supir siap mengantar kita ke desa lain nya lagi tapi kita enough of it , secara panas nya gak ketulungan. Kita skip village visit nya dan langsung ke oasis. Sepanjang perjalanan kita bisa ketemu merak dan unta liar.Semakin lama pemandangan nya juga semakin spektakuler, gak bosen bosen ngucap “subhanallah” . Sungguh-sungguh sulit di percaya, di tempat yang gersang dan panas kayak gini , ciptaan Nya tetap indah. Setiba nya di Oasis kita sedikit kecewa karena baru hari ini Oasis nya kering ,padahal kemarin banyak air nya kata pak supir. Entah akal-akalan si supir aja apa emang bener yah kita juga ga tau ,tapi emang tanah nya masih basah pemirsa. Bagi kami ini tetap pemandangan yang baru, walau kering. Sebelum kita berisik tadi nya ada kumpulan Lama yang lagi nyari air , tapi karena kita petakilan jadi merek kabur entah kemana, dan sempet-sempet nya salah satu dari kita ngejar-ngejar bahkan gak mau pulang sebelum liat Lama.Puas main-main di oasis dan teman kita sudah lihat Lama, kita lanjut ke tempat camel yang sudah nunggu kita , tapi di perjalanan lagi-lagi kita di buat amaze sama desa yang sudah di tinggal penduduk nya ratusan tahun lalu, jadi lah mager di sini karena emang bener-bener amaze dan bingung.

***

5 camel sudah menunggu kita di tepian jalan bersama 5 penuntun nya juga pasti nya. This is it!! dari 5 unta yang ada Raju (nama unta nya) memilih saya sebagai penunggang nya, kalo kata Dumbledore “unta yang memilih penunggang nya, bukan penunggang yang milih unta nya”.  Sensasi unta pun sudah dimulai , dari berdiri nya aja udah seru. 30 menit pertama masih fun dan ceria , di tambah dengan pemandangan sand dune yang ciamik . Camel safari di Jailsamer itu tidak seperti di gurun sahara yang kiri kanan pasir, di sini seperti gurun di kawasan amerika tapi jangan kahwatir nanti ada saat nya yang full pasir semua jadi gak begitu membosankan karena pemandangan nya ganti-ganti.

Fun fact mengenai unta ini adalah mereka sudah tau jalan nya,dan kalau ada yang berhenti 1 maka semua nya berhenti kalau ada yang makan semua nya makan. Setelah 1 jam mulai berasa kaki gemeteran , di tambah otot perut yang mulai kaku. Banyangin aja kita harus membuka kaki selebar badan unta nya dan tau sendiri kan jalan nya kayak apa? waktu pun berjalan begitu cepat tapi tetep aja jam 7 malem masih kayak jam 4 sore .

setelah naik unta selama 4 jam , kita sampai juga di tempat yang akan kita jadiin camp. di sana kita hanya tidur dengan matras dan selimut under the stars. Selagi kita istirahat dan main-main di sand dune , penuntun unta kita menyiapkan makan malam dan Chai (indian milk tea). Matahari pun semakin turun dan terang berganti gelap , angin pun semakin kencang. Pasir berterbangan , dan semakin di diemin semakin lebay pasir nya.

Semua yang udah kita duga ternyata benar ada nya,apa?yaaak makanan kita adalah veg sand curry, makanan kita lebih berasa pasir nya ketimbang garam nya. Ditambah kita harus makan di tengah terjangan angin pasir, let’s make it our experience, this is what i call turning bad situation into something fun,yah beginilah kalo jadi traveler harus siap menghadapi situasi apapun dari yang enak sampai jelek dan sejelek apapun itu situasi nya pasti akan menjadi unforgettable memories. Kita makan makanan itu dengan ketawa sampai perut sakit , air mata kebahagiaan dari tawaan kita sampai mengucur di tengah tiupan pasir, berhubung sudah tidak eatable makanan nya , jadi lah kita mengubur semua nya ke pasir,karena gak enak sama bapak yang sudah masakin,secara dia udah bolak balik nanya in ” is it good?” “are you happy?” “is it good?” “are you happy?”

semakin malam pasir nya semakin parah di tambah angin yang gak kira-kira kenceng nya. Sampai kita minta bapak nya untuk bawa kita pulang saja,tapi si bapak punya ide lain. Dia akhir nya mengungsikan kita ke Desa nya dengan syarat kita harus bilang ke operator yang kita pake kalo kita tinggal di gurun dan “Happy” supaya gaji nya yang Rs1000/bulan tidak di potong. Dengan keputusan bersama akhir nya kita di larikan ke desa terdekat . Karena emergency dan mulai gerimis juga jadi lah unta nya di buat lari sekencang mungkin, gak kebayang lagi sakit nya perut di kocok-kocok di atas unta.

Setelah 1 jam sprint, akhir nya jalan nya semakin slow dan normal speed. Salah satu dari penuntun yang karena emergency ikut naik unta juga memutarkan lagu khas desert dengan nuansa India dari handphone nya. Entah kenapa lagu itu membuat kita jadi lebih enjoy dan menghargai apa yang bisa kita alami. Jalan slow di atas unta di tengah kegelapan malam di temani dendangan lagu desert yang Indah. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut kami selain menikmati semua nya.

setelah 2 jam perjalanan akhir nya kita tiba di desa yang nampak nya semua penduduk nya sudah terlelap dan hanya di sambut segerombolan anjing, kita menggelar matras dan selimut di bawah pohon siap-siap untuk tidur.

***

bangun-bangun kita sudah kelilingin sama anak-anak yang penasaran dengan kita. Kehidupan sudah terlihat di desa ini, kaum pria nya sedang siap-siap membawa hewan ternak nya sementara wanita nya mengurus anak-anak. Warga di desa ini welcome terhadap kami, hanya saja kaum wanita nya tertutup terhadap orang asing. Anak-anak di sini yang paling welcome , satu-satu minta di gendong , sampe antri. Mereka tidak minta uang , tapi hanya meminta pencil dan roti sarapan kita. Dengan bahasa inggris yang seadanya mereka berusaha berkomunikasi dengan kita,mahluk asing dari belahan planet sana. Sangat sedih harus melambaikan tangan kepada anak-anak yang kurang beruntung ini.

pukul 7 kita sudah meninggalkan desa ini dan siap-siap menuju jeep yang akan membawa kita kembali ke hotel. Perjalanan balik nya persis seperti yang kita lewati sebelum nya hanya saja tidak begitu panas karena masih pagi. Kabar buruk nya adalah air minum kita di ambil semua nya oleh ibu-ibu di desa itu, jadilah kita menahan haus selama 3 jam di tengah gurun.

melihat jeep dari kejauhan seperti melihat emas yang berkilau, rasa sedih dan senang harus berpisah dengan si bapak dan anak buah nya serta tidak lupa si Raju. tidak lupa kita ber foto bersama sebagai kenang-kenangan atas perjalanan yang tidak akan pernah kita lupakan. it is the worst part of traveling , we have to say goodbye almost everyday .sebelum ke hotel kita sempatkan mengunjungi Thar Desert yang berjarak 10 km saja.

i have done so many thing in my life but that was something new and another unforgettable memories has been written, another wish list checked, another stories to tell and i can’t wait for any other experience !

  1. Anjrittt jadi ngiri gue,,,, jadi inget film ‘I am Kalam” yang suting di padang pasir Rajashtan dan banyak adegan nunggang menunggan kuda…

    Dan kayaknya emang disono highlightnya naik unta yak,,, soalny di film itu jg ada Dhaba yg nawarin tour2 unta gitu ke backpacker2..

      • mustofawalker
      • August 24th, 2011

      thx udah mampir , tar film ny di tonton deh , kyk ny menarik

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: